Disaat sedang duduk diruang tunggu poli kandungan, terdengar suara ibu-ibu hamil sedang memperbincangkan masa kandungannya masing-masing. Ada yang enam bulan, ada yang baru dua bulan salah satu ibu berkata, Kalau saya baru satu bulan tapi saya berharap dan berdoa pengen deh bila diberi kepercayaan punya bayi kembar biar kalau lahir normal sakitnya ga dua kali celoteh salah satu ibu dalam obrolan tersebut. Bagaimana dengan rekan pembaca bila suatu hari diberi kepercayaan terutama pada keluarga baru berencana mempunyai momongan pengen mempunyai bayi kembar ngak. Mulailah berencana dengan keinginan yang diharapkan karena segala sesuatu harus ada visi dan misi walaupun semuanya sudah ditentukan nantinya, tapi tidak ada salahnya bila kita berencana dan terus berusaha bukan.
Karena mempunyai anak laki-laki atau perempuan toh akhirnya sama juga, Karena yang penting kita bisa menjaga dan mengemban amanah yang diberikan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita tidak salah langkah didalam membimbingnya kelak.
Apabila mempunyai anak kembar kita harus siap mengeluarkan dana extra, mengapa demikian karena menurut hemat penulis semuanya pasti serba double bukan. Salah satu diantaranya adalah menyiapkan dalam masa kelahiran, pihak keluarga yang sibuk membenahi segala macam keperluan buat bayi yang akan lahir nanti. Contohnya pada keluarga besar penulis yang mempunyai anak kembar, mulai dari baju harus double biasa beli satu lusin cukup sekarang harus diberi lebih karena pasti akan kurang. Kemudian membeli segala pernak pernik bayi dalam kelengkapannya seperti popok, baju, celana, gurita, bedak, topi, sarung tangan dan kaki, ataupun kelengkapan lainnya. Makanya daripada itu kita harus siap dalam menanganinya,
kita harus bisa belajar bersabar dalam memilah dan memilih segala sesuatu yang bersifat kebutuhan utama dan kebutuhan yang bisa ditunda, agar kita bisa mengolah keuangan menjadi berkecukupan untuk keperluan kita selama menjalaninya bukan. Terutama dalam kehidupan selama sebulan sebelum kita mendapatkan penghasilan kembali. untung-untung bila kita mempunyai sampingan yang lebih menunjang sehingga kita tidak terlalu semerawut dalam memikirkannya.
Biasanya bila anak kembar yang identik sulit untuk membedakannya, tapi walau demikian pasti ada satu tanda atau ciri yang dapat membedakan keduanya. Sedemikian juga pada anak kembar dari pihak keluarga yang terlihat jelas diraut wajah bila kakaknya mempunyai tahi lalat kecil diarea pipi, sedangkan adiknya tidak mempunyai tahi lalat. Bagaimana dengan anak kembar dari bapak atau ibu dirumah, pasti ada yang dapat dibedakan dari anak kembar tersebut. Biasanya anak kembar mempunyai ikatan bathin yang kuat, contohnya bila salah satu sedang sakit misalnya kakaknya yang sedang sakit entah berapa lama kemudian ternyata adiknya mengikuti sakit juga. Kalau hemat penulis bila kita mempunyai anak kembar tidak boleh dipisahkan biarkan mengalir apa adanya, kita hanya bisa menjaga serta mengawasinya pada hal-hal yang positif. Mulai dari kebutuhan sandang serta pangan, ataupun kebutuhan sehari-hari, pasti ada satu keinginan serta kemauan yang pasti kadang-kadang sama.
Bagaimana membedakan anak kembar biar kita tidak keliru dalam memilihnya, memanggil namanya. Dari sekian banyak dalam hal kembar mungkin dari beberapa uraian dapat membantu rekan semua, pertama amati bentuk tubuh pasti ada yang berbeda. Cara dia mengucap atau berkata dengarkan intonasi suaranya, Tanda lahir yang ada seperti tahi lalat atau bentuk kuping yang terlihat jelas dari anak kembar yang ada dirumah penulis. kegemaran dalam hal makan semisal satu senang makan telur yang satu tidak. Bila dalam keadaan tertidur tolong diamati biasanya ada yang suka mendenkur atau ngorok ada yang tidak. Kesenangan mengenakan warna pakaian biasanya satu senang warna biru satu lagi warna kuning. tapi bila mengenakan baju atau pakaian sama malam mirip dan kita tidak dapat membedakan secara cepat mana kakak dan mana yang adiknya. Mungkin itu yang ada anak kembar dalam keluarga penulis bagaimana dengan anak kembar rekan semua pasti keunikan dan hal lain yang timbul pasti berbeda-beda bukan.
Gambar merupakan tampilan visual yang dapat melekat abadi diingatan, menarik, lucu, damai, tertawa nuansa yang menyejukan membawa peranan penting bagi perjalanan kehidupan kita
Kerja keras Demi Menghidupi Keluarga
Seorang kepala keluarga memang dituntut tanggung jawab yang tinggi, dalam mencari nafkah untuk keluarga tercinta dirumah. Dia mengorbankan banyak hal dalam kehidupan pribadinya sendiri. demi keluarga dia pergi pagi pulang sore kadang kala pulang malam tergantung masing-masing pekerjaan yang mereka geluti. Waktu tidak lagi dilihat yang penting keluarga nomer satu, Tapi untuk sebagian orang apakah mereka mengerti mencari nafkah hanya untuk bertahan hidup apa terdapat tujuan lainnya, karena kita harus menyeimbangkan keduanya baik lahir ataupun bathin.
Tapi dizaman sekarang tidak menutup kemungkinan bahwa kaum wanita pun bisa menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah. Bagaimana dengan keluarga rekan semua ? saat ini tuntunan hidup semakin hari semakin bertambah terutama dalam kebutuhan kita sehari-hari. Kita harus pintar mengelola sistem keperluan sehingga kita dapat mencukupi akan semua keinginan emosi yang ada dalam diri. Tapi jangan lupa kita harus bisa mengerem segala sesuatu yang berujung pada penyimpangan arus dikehidupan yang kita ingin capai. Pasti tiap orang mempunyai visi dan misi untuk masa depannya masing-masing kan.
Saat ini bila kita berkecimpung dalam wirausaha, kita harus dapat melobi konsumen dengan baik agar mereka tidak lari dari kita. Tapi kadang kita dalam hal tersebut banyak tantangan yang harus dihadapi. Kita harus extra keras untuk mendapatkan semua itu dan harus bersabar dengan hasil yang kita peroleh walaupun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tapi kadang naik turun untuk beberapa konsumen disetiap harinya kadang kala dihari tertentu menjadi sangat minim dari biasanya juga. Maka dari itu kita sebagai pencari nafkah yang diandalkan dan merupakan tumpuan harapan harus berpikir lebih lagi. Agar hasil yang didapat dapat mencukupi akan segalanya, strategi dan jurus-jurus pamungkas tentang pengelolaan daya tarik terhadap konsumen harus kita keluar agar konsumen setia terhadap apa yang kita tawarkan.
Kerja diperusahaan swasta kita hanya bisa menerima dengan apa yang telah kita lakukan terhadap kewajiban yang telah disepakati. Bila kita merasa kurang harus bisa mengambil alternatif lain seperti melakukan sampingan diluar jam kerja itu akan lebih baik.
Sekilas motivasi yang diberikan dari seorang teman yang telah berhasil dengan apa yang ia kerjakan dengan sungguh-sungguh dan usaha keras yang tiada hentinya. Mulai dia mempelajari ilmu mengenai blog dan menguntungkan kedua belah pikak sangat menarik hati saya untuk ikut mempelajarinya juga. Dia bercerita dulu dia bertanya kepada teman yang terlebih dahulu telah berhasil dalam hal blogger, kemudian dia mempraktekannya dalam fasilitas dan kelengkapan yang dia punyai. Dia mengandalkan handphone untuk membuat artikel demi artikel yang sangat dibutuhkan oleh pengguna internet yang ingin berbagi ilmu demi kemajuan bersama. Bila dia sudah membuat cukup artikel yang siap untuk dipublikasikan dia pindahkan dari handphone ke komputer dengan media transfer chip lalu diubah kedalam compose blog miliknya.
Dia melakukan hal tersebut dikala waktu kosong dan tidak menggaggu kegiatan dia memblog. Dia rajin mengutak-atik yang menurut dia belum dikuasai, seperti pejuang yang tanpa kenal lelah ingin mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat dalam ilmu yang dicari. Dengan tampilan layar komputer yang setengah hidup dan setengah gelap dia tetap terus berusaha untuk menghasilkan artikel yang sangat berguna bagi semua orang yang memerlukannya. Pada suatu waktu yang dirasa cukup untuk mendaptar dia lakukan menurut petunjuk yang ia peroleh dengan satu kali mendaptar dia telah berhasil menjadi penayang Google yang diterima tanpa ada masalah apapun. Seperti jalan yang tidak ada lubang ketika kita melewatinya. Apakah anda tertarik untuk turut serta dan mengikuti jejak dia !!!.
Dari sedikit yang diceritakan diatas betapa waktu sangat berharga bila kita tidak memanfaatkannya dengan baik, kita harus melawan rasa malas bila ingin mengikuti jejak diatas. Tetapi segala sesuatu hasil yang diperoleh berawal dari kerja keras yang kita lakukan jangan pantang menyerah saran yang pernah dia berikan. Kerja tak kenal waktu asal kita bisa mengaturnya pasti bisa dan pasti terwujud.
Label:
Ragam
Kuda Merah Penolong dan Kebanggaan'Ku
Hai Rekan-rekan semua ini hanya informasi yang merupakan suatu pengalaman yang tidak bisa terlupakan. Mungkin dan jelas bahwa rekan smua juga mempunyai hal yang selalu teringat walaupun itu sudah beberapa tahun terlewat. Bukan untuk mengulas pengalaman dan kehidupan yang telah lampau melainkan suatu kebanggaan tersendiri bila kita mempunyai sesuatu yang merupakan hasil keringat kita bukan.
Ini dia saya beri nama Kuda Merah, dia telah menemani saya sejak tahun 2008 dia keluar tapi tak terasa sekarang telah berubah tahun menjadi 2015, coba tebak dalam hati ?!? jangan dihitung terus. Pasti rekan sudah pandai menebaknya bukan, dengan daya tahan yang dia miliki semuanya tidak terlepas dari penglihatan saudara serta teman dekat untuk mengingatkan agar kita tidak lupa untuk merawat dan menjaganya seperti halnya dimana kita memiliki kekasih. Bila yang belum punya kekasih coba kejar terus pasti rekan akan mengalami suatu perasaan yang akan berbeda sekali.
Setiap pagi dia selalu dipanaskan, sebelum pergi kerja kubersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang menghalangi walupun tidak terlalu kinclong seperti kita membersihkan ditempat pencucian khusus. Tapi penampilannya menjadi berubah setelah dibersihkan, Sosoknya menjadi bersih dan silau untuk dinaiki pembawanya. ssttts jangan besar kepala dulu yach yang punya hal kebiasaan tersebut... karena hal itu sudah menjadi kewajiban kita bila ingin mempunyai dia tahan lama dan daya jual yang tidak terlalu jatuh nantinya. Karena bila semua asli lebih dihargai dan disegani bila ada yang berminat bukan. Apalagi menjadi suatu yang klasik yang dicari orang-orang.
Setelah dipanaskan dicek hal pendukung lainnya seperti ban jangan dibiarkan kempes, jadi rempong deh bila pas kita mau pergi harus mendorong ketempat pengisian angin. Lalu tak lupa cek premium untuk energi utama menurut saya, karena tanpa itu mungkin dia tidak akan bisa lari deh. Lalu spion kanan dan kiri biar kita leluasa melihat kebelakang jangan dibiasakan menoleh kebelakang apalagi dalam keadaan kencang ditakutkannya fatal kita tidak bisa mengontrol bila terdapat hal yang mendadak diarah depan kita. Kemudian lampu-lampu, seperti lampu sent kanan dan kiri berguana bila kita berbelok arah. Lampu depan dan belakang yang berguna bila ada hal yang mendadak. Seperti lampu dim bila kita ingin mendahului dan yang lain berhenti sesaat, atau lampu belakang yang biasanya untuk memberikan tanda bahwa kita menurunkan kecepatan atau mau berhenti. Sehingga orang lain yang dibelakang ataupun didepan kita menjadi respek dan mengetahui sehingga tidak terjadi kecelakaan yang diakibatkan ulah kita.
Dan yang terakhir menurut saya adalah rem baik rem tangan atau pun rem kaki. Karena merupakan penyelamat kita dimana kita terkejut atau pun berhenti secara spontan untuk menghidari atau berhenti bukan. Demikian yang selalu dilakukan bila dia akan menemani disaat kepergian dari rumah untuk meninggalkan keluarga demi mencari nafkah. Hal demikian menurut saya jangan dianggap sepele karena banyak guna dan manfaatnya loh. Karena saya pernah melihat suatu kejadian ditengah jalan disaat pergi untuk bekerja. Seseorang menyalip dengan kecepatan tinggi tepatnya di jalan gandawijaya. Saya pergi dari rumah kira-kira pukul Setengah Enam pagi, Karena waktu itu saya masih masuk kerja jam Enam Teng gitu loh.
Seseorang tersebut secara mendadak menyalip saya dengan kecepatan diatas saya. Dia mengetahui atau tidak bahwa didepan ada persimpangan jalan yang biasa digunakan angkutan umum dalam jalur penyebrangan. Kemungkinan angkutan umum pun tidak lihat kanan kiri gitu jadi dia selonong boy maju terus karena dia dipikir itu memang jalur miliknya. saya masih bisa mengerem tapi sangat disayangkan, seseorang yang melewati saya kurang beruntung sehingga dia dengan telah menabrak angkutan umum yang sedang melaju. Maka terjadilah kecelakaan yang tidak diharapkan siapapun. Jebrek terdengan bunyi yang sangat keras antara motor dan angkutan umum. Tak hayal saya pun refleks terkejut dan shok tangan serasa lemas dan jantungpun berdebar sangat cepat melihat kejadian yang tepat berada didepan mata. Seseorang tersebut akhirnya terjatuh dan bersimbah darah. Angkutan umum pun langsung berhenti karena kejadian tersebut, badan mobilnya pun jadi rusak dan tambah lagi motor yang menabrak bagian depan menjadi hancur dan ban menjadi angka delapan. Seseorang tersebut langsung terpental dari motornya.
Langsung secara spontan massa berhenti untuk mengantisipasi kejadian tersebut, tak terelakan kemacetan sesaat pun terjadi. Dengan sigap Seseorang berpenampilan aparat dengan lantang mengatakan. Coba tolong korban dibawa ketempat yang aman sebagian mengambil motor yang rusak ketempat yang tidak menghalangi lalu lintas jalan. Dan dia mengintruksikan kepada supir angkot tersebut untuk membawa mobil kepinggir kearea yang aman. Bapak aparat pun langsung memberikan petunjuk yang harus dilakukan, dengan musyawarah atas dasar kekeluargaan akhirnya korban dibawa kerumah sakit terdekat dan disertai dengan sebagian orang yang turut membantu membawa korban kedalam angkot untuk diberikan pertolongan masalah yang lain bisa diselesaikan setelah korban sadar dan bisa dibicarakan secara baik-baik.
Kurang lebih kejadian tersebut memakan waktu 15 menit, akhirnya kerumunan pun lambat laun sirna dari jalan yang padat dengan orang menjadi seperti biasa kembali untuk lalu lalang kendaraan yang melintas. Maka dengan kejadian tersebut saya suka mencek kondisi dia sebelum berangkat dan selalu berdoa sebelum kita menggunakannya. Saran saya bila berkendaraan cek fisik kita masing-masing, dalam keadaan sehat atau tidak fit. Kontrol emosi saat melaju dijalan mungkin banyak godaanya loh disaat seseorang menyalip kita dengan kecepatan tinggi dan kadang pula kita terbawa akan ulahnya juga. Sehingga kita ingin mengejarnya juga bukan. Kosentrasi pada jalan yang kita lewati fokus kearah depan, mata diusahakan jangan lirak lirik kanan kiri. Bila mengantuk menepilah kepinggir sesaat dan luangkan waktu sejenak untuk merelaksasikan badan kita biar tambah seger kembali. Pergunakanlah kelengkapan benkendaraan standar yang harus diikuti seperti helm dan sarung tangan ataupun kelengkapan surat-surat. Dan tak kalah pentingnya adalah berdoa menurut agamanya masing-masing sebelum pergi.
Demikian tentang kuda merah sebagai penolong dan kebanggaan yang tidak terlupakan dalam sejarah dijalanan. Mungkin rekan smua memiliki hal yang serupa. Sampai jumpa diepisode berikutnya tentang tulisan dalam bentuk yang lainnya.
Label:
Ragam
Anak Sehat Kitapun Senang
Anak Sehat Kitapun Senang - Mengapa hal demikian sering muncul pada obrolan ibu-ibu bila kita sedang menunggu di poliklinik balita. Tak ayal obrolanpun terlontar dari perkataan yang tidak secarang langsung diperbincangan, menjadi suatu topik yang bisa dijadikan demi kesehatan putra putri kita tercinta.
Kadang kita tidak menyadari bila kondisi anak sedang sakit dimana kita terlalu fokus dengan kesibukan atau pekerjaan kita yang dituntut oleh waktu dan pihak yang terkait. Maka dari pada itu secara tidak langsung kita tidak dapat memperhatikan kondisi anak kita. Dikala anak sakit kita menjadi merasa menyesal kenapa hal itu dapat terjadi pada anak kita yach !!! padahal kita tidak mengurangi konsumsi 4 sehat 5 sempurna.
Tidak menutup kemungkinan bakteri atau virus diudara bisa menyebabkan anak menjadi sakit, dikarena kondisi kekebalan tubuh anak kita sedang melemah. Sehingga dengan mudah bakteri atau virus dapat mendobrak pertahanan / tameng tubuh anak.
Tepatnya kemarin sore pada tanggal 29 Desember 2014, sehabis pulang kerja dari kantor tepatnya pukul 17:00 wib. Setiba dirumah mendengar suara batuk anak tersayang, seraya tak kuat menahan dahak yang tak kunjung keluar walau batuk telah berbunyi keras. Hati merasa sakit mendengar hal itu, Ya Allah kenapa lagi dengan anak pertamaku ini. Batuknya kambuh lagi disertai muntah-muntah, Setelah mengetahui hal tersebut saya segera bergegas untuk mengantar anak berobat ke klinik budi luhur didekat rumah walau keadaan diluar hujan gerimis menyertai kita untuk datang berobat ke dokter yang ada.
Setibanya di Klinik saya langsung memarkirkan motor diarea parkir, kemudian segera mendaftar ke bagian administrasi dengan menggunakan kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( JPK ). Setelah dilakukan pendataan terhadap anak saya yang sakit, kemudian kita diberi nomer antrian lumayan no antriannya gede juga no 43B. Kurang lebih selesai mendaftar pukul 17:40, kita melihat kursi antrian yang kosong untuk mengistirahatkan kondisi anak yang merasa mual, pusing, panas dingin dan batuk-batuk. Sambil menunggu saya ajak anak berbincang apa yang dirasakan sekarang sambil menunggu perawat mendeteksi kondisi yang sakit satu demi satu menurut nomer antrian.
Anak pun terasa terhibur bila kita ajak berbincang sehingga dia tidak kesal menunggu nomer antriannya tiba dipanggil perawat. Setelah dipanggil oleh perawat anak saya di cek kondisinya dengan alat pendeteksi tekanan darah. Menurut perawat kondisi anak cukup panas, nanti lebih rinci bapak utarakan kepada dokter didalam. Setelah itu saya beserta anak menunggu kembali sesuai antrian masuk untuk di cek langsung oleh dokter. Pada Pukul 18:10 adzan magrib berkumandang, saya mengingatkan anak saya untuk bergegas menunaikan ibadah shalat. Selepas shalat kitapun kembali ketempat duduk antrian, selang beberapa pasien bergiliran keluar masuk di cek oleh dokter. Pada pukul 19:20 akhirnya tiba giliran anak saya untuk diperiksa oleh dokter.
Saya beserta anak langsung masuk kedalam sambil menutup pintu. Kemudian setelah duduk anak saya ditanya oleh dokter, apa yang dirasakan sekarang de ? anak saya hanya menjawab dengan batuk yang keluar dan berbunyi. Saya jadi tambah khawatir dengan kondisi anak saya. Saya langsung mengutarakan apa yang dirasakan anak saya kepada dokter agar cepat diberi obat pereda agar segera sembuh. Dokter memeriksa mata, mulut, kemudian mendengar dengan alat khusus, saya tidak tahu apa namanya itu. Setelah dicek secara detail dokter menyarankan anak untuk beristirahat serta menjaga pola makan terutama menghindari makanan yang pedas. Kemudian dokter memberikan resep untuk diambil diapotik. Saya menerima resep dari dokter kemudian menuju tempat pendaftaran untuk didata kemudian dicap, sehingga obat dapat diambil diapotek.
Saya langsung menuju apotek untuk mengambil obat sambil menyerahkan resep dokter ke petugas apotek. kemudian petugas menyuruh saya untuk duduk menunggu obat selesai disiapkan. Membutuhkan waktu pula sebelum kita lansung menerima obat, akhirnya pada pukur 19:35 obat beres disiapkan nama anakpun dipanggil oleh petugas apotek. Petugas apotek memberikan petunjuk obat yang harus diminum satu persatu menurut aturan minum obat. Selapas itu kita pun siap untuk pulang kerumah.
Maka dari pengalaman tersebut saya mengambil hikmahnya bahwa waktu harus dipergunakan sebaik mungkin. Perhatikan anak walau kita sesibuk apapun, luangkan waktu berbincang agar anak merasa dekat dengan kita. Bagi tugas dengan istri yang selalu dirumah menjaga anak, jangan membebankan tugas istri semuanya mentang-mentang kita yang kerja keras diluar.
Mungkin cerita ini bisa dipetik kebaikannya, bila terdapat kesalahan dalam penulisan mohon maaf yang sebesarnya. semoga dapat berguna bagi rekan semua. Terima kasih telah berkunjung pada blog penulis.
Kadang kita tidak menyadari bila kondisi anak sedang sakit dimana kita terlalu fokus dengan kesibukan atau pekerjaan kita yang dituntut oleh waktu dan pihak yang terkait. Maka dari pada itu secara tidak langsung kita tidak dapat memperhatikan kondisi anak kita. Dikala anak sakit kita menjadi merasa menyesal kenapa hal itu dapat terjadi pada anak kita yach !!! padahal kita tidak mengurangi konsumsi 4 sehat 5 sempurna.
Tidak menutup kemungkinan bakteri atau virus diudara bisa menyebabkan anak menjadi sakit, dikarena kondisi kekebalan tubuh anak kita sedang melemah. Sehingga dengan mudah bakteri atau virus dapat mendobrak pertahanan / tameng tubuh anak.
Tepatnya kemarin sore pada tanggal 29 Desember 2014, sehabis pulang kerja dari kantor tepatnya pukul 17:00 wib. Setiba dirumah mendengar suara batuk anak tersayang, seraya tak kuat menahan dahak yang tak kunjung keluar walau batuk telah berbunyi keras. Hati merasa sakit mendengar hal itu, Ya Allah kenapa lagi dengan anak pertamaku ini. Batuknya kambuh lagi disertai muntah-muntah, Setelah mengetahui hal tersebut saya segera bergegas untuk mengantar anak berobat ke klinik budi luhur didekat rumah walau keadaan diluar hujan gerimis menyertai kita untuk datang berobat ke dokter yang ada.
Setibanya di Klinik saya langsung memarkirkan motor diarea parkir, kemudian segera mendaftar ke bagian administrasi dengan menggunakan kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( JPK ). Setelah dilakukan pendataan terhadap anak saya yang sakit, kemudian kita diberi nomer antrian lumayan no antriannya gede juga no 43B. Kurang lebih selesai mendaftar pukul 17:40, kita melihat kursi antrian yang kosong untuk mengistirahatkan kondisi anak yang merasa mual, pusing, panas dingin dan batuk-batuk. Sambil menunggu saya ajak anak berbincang apa yang dirasakan sekarang sambil menunggu perawat mendeteksi kondisi yang sakit satu demi satu menurut nomer antrian.
Anak pun terasa terhibur bila kita ajak berbincang sehingga dia tidak kesal menunggu nomer antriannya tiba dipanggil perawat. Setelah dipanggil oleh perawat anak saya di cek kondisinya dengan alat pendeteksi tekanan darah. Menurut perawat kondisi anak cukup panas, nanti lebih rinci bapak utarakan kepada dokter didalam. Setelah itu saya beserta anak menunggu kembali sesuai antrian masuk untuk di cek langsung oleh dokter. Pada Pukul 18:10 adzan magrib berkumandang, saya mengingatkan anak saya untuk bergegas menunaikan ibadah shalat. Selepas shalat kitapun kembali ketempat duduk antrian, selang beberapa pasien bergiliran keluar masuk di cek oleh dokter. Pada pukul 19:20 akhirnya tiba giliran anak saya untuk diperiksa oleh dokter.
Saya beserta anak langsung masuk kedalam sambil menutup pintu. Kemudian setelah duduk anak saya ditanya oleh dokter, apa yang dirasakan sekarang de ? anak saya hanya menjawab dengan batuk yang keluar dan berbunyi. Saya jadi tambah khawatir dengan kondisi anak saya. Saya langsung mengutarakan apa yang dirasakan anak saya kepada dokter agar cepat diberi obat pereda agar segera sembuh. Dokter memeriksa mata, mulut, kemudian mendengar dengan alat khusus, saya tidak tahu apa namanya itu. Setelah dicek secara detail dokter menyarankan anak untuk beristirahat serta menjaga pola makan terutama menghindari makanan yang pedas. Kemudian dokter memberikan resep untuk diambil diapotik. Saya menerima resep dari dokter kemudian menuju tempat pendaftaran untuk didata kemudian dicap, sehingga obat dapat diambil diapotek.
Saya langsung menuju apotek untuk mengambil obat sambil menyerahkan resep dokter ke petugas apotek. kemudian petugas menyuruh saya untuk duduk menunggu obat selesai disiapkan. Membutuhkan waktu pula sebelum kita lansung menerima obat, akhirnya pada pukur 19:35 obat beres disiapkan nama anakpun dipanggil oleh petugas apotek. Petugas apotek memberikan petunjuk obat yang harus diminum satu persatu menurut aturan minum obat. Selapas itu kita pun siap untuk pulang kerumah.
Maka dari pengalaman tersebut saya mengambil hikmahnya bahwa waktu harus dipergunakan sebaik mungkin. Perhatikan anak walau kita sesibuk apapun, luangkan waktu berbincang agar anak merasa dekat dengan kita. Bagi tugas dengan istri yang selalu dirumah menjaga anak, jangan membebankan tugas istri semuanya mentang-mentang kita yang kerja keras diluar.
Mungkin cerita ini bisa dipetik kebaikannya, bila terdapat kesalahan dalam penulisan mohon maaf yang sebesarnya. semoga dapat berguna bagi rekan semua. Terima kasih telah berkunjung pada blog penulis.
Label:
Ragam
Subscribe to:
Posts (Atom)



